Kotamu

Kotamu kini sudah tak ramah lagi
ketipak dokar dan aroma kotoran kuda
yang membawa kita dulu,
telah menjelma kepulan asap kendaraan.
gemerincing kaki para penari kuda lumping
berangsur menjauh
oleh datangnya goyangan erotik penari diskotik.
panembrama dari tembang mahakarya tersambar kilat lampu-lampu kafe.
riuh rendah tawar-menawar penjual di pasar tradisional,
tersumpal label-label harga dan transaksi digital.

Di mana pematang sawah tempat kita meniti kenangan?
Di mana lembah yang menyimpan laksa kekayaan?
Kotamu telah mengusir kearifan,
kotamu telah mengusir hati nurani
kotamu telah mengusir kejujuran
kotamu kini jadi museum keangkuhan.

2008
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Kotamu
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top