loading...
Wajah Dunia yang Pertama


Ketika bulan pudar
ia bawa pengantinnya
ke atas bukit itu.
Keduanya telanjang.
Tak punya apa-apa.

Pada awal segalanya
alam pun telanjang
kosong, dan tanpa dusta.
Gelap bertatapan dengan sepi.

Dan sepi tenggelam
dalam waktu yang dalam.
Lalu datanglah cahaya,
kehidupan mahluk,
insan dan margasatwa.
Pada awal segalanya,
semua telanjang
kosong dan terbuka.

Kedua mempelai yang remaja itu
telah menempuh jalan yang jauh.
Melalui subuh penuh khayalan
dengan langit penuh harapan
dan sungai penuh hiburan
mereka pun memasuki siang bagai tungku
keringat mengucur ke kaki mereka.

Dan kaki mereka di atas bumi karang gersang.
Maka lalu datang malam
yang membawa mimpi
dan ranjang istirah
penuh merjan gemerlapan.
Mereka menengadahkan wajah.
Di langit bintang selaksa.
Bagai jumlah keturunan mereka.
Selaksa dan lagi selaksa.
Takkan tumpas selamanya.

Ketika bulan pudar
ia bawa pengantinnya
ke atas bukit itu
keduanya telanjang
wajah dunia yang pertama.
 
 
"Puisi: Wajah Dunia yang Pertama"
Puisi: Wajah Dunia yang Pertama
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top