Pagi

Gerimis seperti jarum-jarum jatuh.
Pada seng dan subuh,
seribu gugur dari sebuah jam yang jauh.

Kelelawar pun menjerit luka;
tertusuk pada matanya.
Aku telah lihat darahnya.

Dan bayang pada lari
meskipun tak ada tempat sembunyi.
Meskipun tak ada tempat sembunyi.


1976
"Puisi: Pagi (Karya Goenawan Mohamad)"
Puisi: Pagi
Karya: Goenawan Mohamad

Post a Comment

loading...
 
Top