Catatan Sungai Jepara

I
Ketika senja dan warna
tak lagi beri nuansa
ketika laut dan ombak
pada pantai tak menyapa
seseorang masih bersaksi
di beranda rumah utara
coba tak anjak
saat matahari lunak.

Ketika angin dan burung
tak lagi beri suara
simpan gelisahnya
enggan bersarang
sungai sepi perahu 
seseorang masih diam di beranda
sungai Jepara mengalir di mata
lubuknya sebuah arah titik Utara.

II
Anak siapa menyusuri
sungai Jepara senja-senja
bayang-bayang kota
menyatu dahi tembaga
dan langit sepi
kepak camar lintas kelelawar 
geguritan tercecer di jembatan
selalu ada rasa yang hilang
setiap musim mengundang pulang
hiruk pikuk teknologi jadi api
membakar langit senja
membakar semak sungai
membakar jembatan dan kenangan.

Anak siapa menghitung
pohon-pohon tanpa suara
dan menidurkan Jepara
dalam catatan sungai
bisakah tenang meski
penjajahan kini catatan panjang
sementara kemerdekaan
lebih indah dalam tembang
perlahan menjadi bayang-bayang.

Jepara
Juni, 1995
"Puisi: Catatan Sungai Jepara (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Catatan Sungai Jepara
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top