Bisnis

header ads

Puisi: Di Depan Senayan (Karya Diah Hadaning)

Di Depan Senayan

Pagar-pagar dipasang 
pagar-pagar diroboh ulang
jiwa tak bisa dipagar
merdeka tetap memijar
gedung anggun
ini kami datang kembali.

Selalu ada yang bernyanyi
selalu ada yang mencaci

Barisan panjang
mengusung harapan-harapan
setiap hari tak kenal henti
bukti kesetiaan
gedung megah
ini kami sudah marah

Selalu ada yang bernyanyi
selalu ada yang mencaci

kami merasa disisihkan
setelah angkara ditumbangkan
tapi bendera semakin tinggi
dari hari ke hari.

November, 1998
"Puisi: Di Depan Senayan (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Di Depan Senayan
Karya: Diah Hadaning

Posting Komentar

0 Komentar