loading...

Doa seorang Lelaki Kepada Pengantinnya

Di antara deru derap para demonstran
dan gejolak murka amuk masa
kurangkai doa purba
tentang karunia
dalam improvisasi waktu.

Pengantinku 
kusimak untai melati di lehermu
kuresapi senyum teduh utuh
redam lidah-lidah api
membakar musim membakar diri
sebuah doa memanik di altar jiwa
genggam tangan genggam jemari
genggam rasa genggam asa
menunggal oleh-Nya.

Di antara langkah-langkah nada-nada
dan raungan luka di jalan raya
kurangkai doa purba
atas nama cinta
dalam geliat pergantian jaman.

Bogor
November, 1999
"Puisi: Doa seorang Lelaki Kepada Pengantinnya (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Doa seorang Lelaki Kepada Pengantinnya
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top