loading...

Fragmen Berikutnya

Di kota tak ada yang berubah
kabut dan embun di kaki bukit
pemetang-pemetang memanjang
angin desirkan padang ilalang
simpan seluruh kisah lama
dari generasi ke generasi
sampai hari ini
musim-musim berganti
petinggi datang dan pergi
sebentar dipuji sebentar dicaci
jarum waktu lepas dari porosnya
merjan urai dari rangkaian
sejarah lipatan peristiwa
yang diabadikan kata orang
sesuai pesan kekuasaan.

Anakku semakin dewasa
berulang pergi 'ngembara
ikuti greget jiwa merdeka
aku masih 'nunggu angin bersarang
langit pun layar yang sepi
rembulan hilang dari edarnya
sebuah jeritan panjang
dan berita pun abu.

Bogor
November, 1999
"Puisi: Fragmen Berikutnya (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Fragmen Berikutnya
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top