loading...

Hari Terakhir Perempuan Mardiyah

Dirujaknya hati perempuan
bagai ramuan buah di meja sajian
saus gula lelehan cinta
menyeret lelaki malam ke malam
mata sebelah perempuan Mardiyah
sisakan warna sedikit manis
lebih-lebih oleh isi koceknya
lelaki ketengan tak lagi peduli cacat matanya
Mardiyah hanya mau secuil kasih
saat umur mulai berjamur

Perempuan berumah malam
sesekali sandar di kursi tontonan murahan
lalu hari-hari menuju usai
bangkrut diri menjadi bangkai
kawan bersuka para lelaki
menengok mayatnya pun tak sudi

Mardiyah belum maria Zaitun
tapi Mardiyah yang terabai
ibarat kue kena hinggap lalat wilis
hanya perawat-perawat manis
dari rumah sakit kecil kota tua
membawa Mardiyah pulang buminya
pohon-pohon kasih sayang
hari ini tumbang di halaman kota
getarnya sampaikah
di sorga apa neraka? 

Jakarta
September, 1987
"Puisi: Hari Terakhir Perempuan Mardiyah (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Hari Terakhir Perempuan Mardiyah
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top