Kala Angin Menyibak di Lalang Kuning

Ada angin menyibak di lalang kuning
ketika kau letih terhuyung menuding
o, angin keparat
gersangmu membuat kami sekarat
banjirmu menambah duka melarat
o, kedukaan
o, keprihatinan
berapa lama lagi
mesti bersambut tangan.

Ada angin menyibak di ladang kuning
ketika kau terbanting lalu hening
mendekap sisa hidup yang dekil
mendekap harapan yang ngambang
kalau kau mati malam
kelelawar kembali hinggap di dahan
kalau kau mati siang
burung sawah bergegas terbang
kalau kau mati pagi
yang hidup bergegas pergi
setelah sedikit tanya sana sini
takut kena bakteri
katakan pada Tuhan, Nabi, Dewa
hari ini kemunafikan
masih meraja di bumi.

Jakarta
April, 1978
"Puisi: Kala Angin Menyibak di Lalang Kuning (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Kala Angin Menyibak di Lalang Kuning
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top