loading...

Parang Gupito, Luka di Busur Langit

Ke Kedokan, Nok, ke Kedokan
kau kubur mimpi musim padi
kau kubur mimpi pengantin lelaki
bagai persik di pandan duri
angin kering menyapa
setiap langkahnya
di keruh telaga Kedokan
kuulur-ulur harapan
kukukur-ukur wawasan
kujaring-jaring cinta atasan
Dhenok berkata muram
matahari meleleh di celah dada
telah cair jantung perawan
menyatu pada telaga kubangan
seseorang menabuh gamelan
senja-senja, mencoba mengusir lara
di atas telaga langit kesumba
angin njemput anak musimnya
senja kian menuba, di udara
ada yang nari berpasangan
Gusti Pangeran, itu kembang
Parang Gupito, di telaga tanpa warna
orang-orang memekik panjang
senja mengerang.

Jakarta
September, 1987
"Puisi: Parang Gupito, Luka di Busur Langit (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Parang Gupito, Luka di Busur Langit
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top