Tinggallah
Tinggallah tuan, tinggalah bunda
tahan airku Sumatera raya
anakda berangkat ke pulau Jawa
memunggut bunga suntingan kepala.

Pantai cermin rumu melambai
selamat tinggal pada anakda
rasakan ibu serta handai
mengantarkan beta ke pengkalan kita.

Telah lenyap pokok segala
bundaku tuan duduk berselimut
di balik cindai awan angkasa
jauh hatipun konon datang meliput.

Selat Melaka ombaknya memecah
memukul kapal pembawa beta
rasakan swara yang maha ramah
melengahkan anakda janganlah duka.

Layang-layang terbang berlomba-lumba
akan ibu penambah mulya.
Menuju pulau kejunjung tinggi
dalam hatiku kujadikan duka
menyampaikan pesan kataan hati.

Selamat tinggal bundaku perca
panjang umur kita bersua
gubahan cembaka anakda bawa
jadikan gelang di kaki bunda.

Gelang cempaka pujaan dewa
anakda petik di tanah Jawa
akan bunda penambah cahaya.


"Puisi: Tinggallah (Karya Amir Hamzah)"
Puisi: Tinggallah
Karya: Amir Hamzah

Post a Comment

loading...
 
Top