Puisi: Orang Pendaki (Karya Afrizal Malna)
Puisi: Orang Pendaki (Karya Afrizal Malna)

Orang Pendaki Pejalan langit memanggili diri dari setiap puncak bagi kota celaka yang tuntun langk...

Read More »

Puisi: Kesepian di Lantai 5 Rumah Sakit (Karya Afrizal Malna)
Puisi: Kesepian di Lantai 5 Rumah Sakit (Karya Afrizal Malna)

Kesepian di Lantai 5 Rumah Sakit Lelaki itu menatapku setelah selesai mengucapkan doa. Keningnya sepe...

Read More »

Puisi: Aku Setelah Aku (Karya Afrizal Malna)
Puisi: Aku Setelah Aku (Karya Afrizal Malna)

Aku Setelah Aku ( :eyelight ) Aku berdiri sebagai reruntuhan, atau, mungkin sebagai  reruntuhan y...

Read More »

Puisi: Sebutir Telur di Belakang Punggungku (Karya Afrizal Malna)
Puisi: Sebutir Telur di Belakang Punggungku (Karya Afrizal Malna)

Sebutir Telur di Belakang Punggungku Kau telah menjadi air ketika melihat semua kejadian yang berlan...

Read More »

Puisi: Antri Uang di Bank (Karya Afrizal Malna)
Puisi: Antri Uang di Bank (Karya Afrizal Malna)

Antri Uang di Bank Seseorang datang menemui punggungku Membicarakan sesuatu, menghitung sesuatu, ...

Read More »

Puisi: Tiga Komposisi (Karya Acep Zamzam Noor)
Puisi: Tiga Komposisi (Karya Acep Zamzam Noor)

Tiga Komposisi (1) Keindahan tersusun dari alis tebal yang hitam kecokelatan  Hidung bertindik...

Read More »

Puisi: Di Sebuah Taman (Karya Acep Zamzam Noor)
Puisi: Di Sebuah Taman (Karya Acep Zamzam Noor)

Di Sebuah Taman Setiap kusaksikan kaki langit yang jauh Kubayangkan waktu akan terus berkobar Be...

Read More »

Puisi: Montmarte (Karya Acep Zamzam Noor)
Puisi: Montmarte (Karya Acep Zamzam Noor)

Montmarte ( Buat Agam Wispi ) Sesuatu yang mirip bukit, bertangga-tangga Sesuatu yang mengingatk...

Read More »

Puisi: Belum Singgah (Karya Acep Zamzam Noor)
Puisi: Belum Singgah (Karya Acep Zamzam Noor)

Belum Singgah Kulihat matahari menenggelamkan dirinya Dingin menyebarkan harum gandum, dan angin ...

Read More »

Puisi: Sepanjang Roxas Boulevard (Karya Acep Zamzam Noor)
Puisi: Sepanjang Roxas Boulevard (Karya Acep Zamzam Noor)

Sepanjang Roxas Boulevard Aku terseret pendaran cahaya lampu Setelah bergelas-gelas anggur yang me...

Read More »

Puisi: Rumah Yang Terbuka (Karya Acep Zamzam Noor)
Puisi: Rumah Yang Terbuka (Karya Acep Zamzam Noor)

Rumah Yang Terbuka Jarum penglihatanku memasuki seluruh pori-pori Dalam tubuhmu. Keindahan yang ku...

Read More »

Puisi: Arco Etrusco (Karya Acep Zamzam Noor)
Puisi: Arco Etrusco (Karya Acep Zamzam Noor)

Arco Etrusco Kesunyian kita Dibangun dari tumpukan batu Dan terowongan-terowongan gelap Lengku...

Read More »

Puisi: Senza Titolo (Karya Acep Zamzam Noor)
Puisi: Senza Titolo (Karya Acep Zamzam Noor)

Senza Titolo (1) Seperti daun-daun yang luruh, ranting-ranting Yang lepas oleh angin. Demikianla...

Read More »

Puisi: Sajak Hari Kelahiran (Karya Acep Zamzam Noor)
Puisi: Sajak Hari Kelahiran (Karya Acep Zamzam Noor)

Sajak Hari Kelahiran (Catatan 28 Pebruari) Kota pun jadi basah Lantai pun jadi bersih Hari ini...

Read More »

Puisi: Surat dari Lampung (Karya Taufiq Ismail)
Puisi: Surat dari Lampung (Karya Taufiq Ismail)

Surat dari Lampung Tegineneng, 8 Juli 1959 (km 37, Tanjungkarang) Yth. Sdr. S.N. Ratmana Lingga 16...

Read More »

Puisi: Fajar (Karya Taufiq Ismail)
Puisi: Fajar (Karya Taufiq Ismail)

Fajar Fajar, hanya padamu sendiri istirah Ajalku pengap Hanya padamu jasmaniku yang resah Mene...

Read More »

Puisi: Dua Nukilan dari Odyssey (Karya Taufiq Ismail)
Puisi: Dua Nukilan dari Odyssey (Karya Taufiq Ismail)

Dua Nukilan dari Odyssey (I) Kemudian daging pun cair, pandang mem beku, jantung hening detak ...

Read More »

Puisi: Kemarau di Desa Bangkirai (Karya Taufiq Ismail)
Puisi: Kemarau di Desa Bangkirai (Karya Taufiq Ismail)

Kemarau di Desa Bangkirai Seekor anjing melolong larut di lereng bukit bertubir Bulan merah di sun...

Read More »

Puisi: Orang Hutan (Karya Taufiq Ismail)
Puisi: Orang Hutan (Karya Taufiq Ismail)

Orang Hutan “Perkenalkan anak-anak, saya hewan! Nama saya Orang Hutan Hobi saya di pohon berayun...

Read More »

Puisi: Mana Aku Kenal Rakyat Itu (Karya Taufiq Ismail)
Puisi: Mana Aku Kenal Rakyat Itu (Karya Taufiq Ismail)

Mana Aku Kenal Rakyat Itu Siapa itu rakyat? Dimana alamat mukim mereka, bagaimana potret nafkah mere...

Read More »

Puisi: Disumpahi Jabatan (Karya Taufiq Ismail)
Puisi: Disumpahi Jabatan (Karya Taufiq Ismail)

Disumpahi Jabatan Burung tekukur menyampaikan bunyi Yang bagaimana manafsirkannya Bila bergeseka...

Read More »

Puisi: Mendoakan Khatib Jumat Agar Mendoakan (Karya Taufiq Ismail)
Puisi: Mendoakan Khatib Jumat Agar Mendoakan (Karya Taufiq Ismail)

Mendoakan Khatib Jumat Agar Mendoakan Berminggu-minggu debu Galunggun menyusupi kota-kota Beratus-...

Read More »

Puisi: Pacuan Kuda (Karya Taufiq Ismail)
Puisi: Pacuan Kuda (Karya Taufiq Ismail)

Pacuan Kuda ( Kepada Arief Rachman, Hudori Hamid, Dipo Alam, A.M. Fatwa, Toto Tasmara, Lukman Hakim, da...

Read More »
loading...
 
Top