Maret 2009

"Berikan suaramu, kepadaku," teriak iring-iringan
- orang itu. Yang potret senyumnya dipakukan di
batang-batang pohon sepanjang jalan, yang warna
bajunya serupa penjor dan bendera sepanjang jalan
tapi bagaimana bisa memberikan suara kepadanya
bila di tengah hari dengan sengaja memaku batang
tapi bagaimana bisa memilih yang tak dikenal bila
hanya lewat dengan menunjukkan kaus warna bendera?

"Mereka serupa hujan," kata reranting garing, "hanya
turun dari langit dan meminta dikembalikan ke langit"

"Kita tidak mengenalnya," kata aspal yang terkelupas
- menyerukan persatuan sambil memaku luka di dada.

2009
"Puisi Beni Setia"
PuisiMaret 2009
Karya: Beni Setia

Post a Comment

loading...
 
Top