loading...
Mandi Demokrasi


Di panggang gunung kidul ini ada sebuah jurang batu
luweng kera namanya luweng itu tempat pembantaian
dan pembuangan orang-orang Partai Komunis Indonesia
termasuk saudara-saudara bapak dan saudara ibu
temanku yang dituduh terlibat dan sekarang dia
bersama bapak ibunya tinggal di desa ini dagang sembako
setiap sore kami mandi bareng dengan warga lainnya
di telaga gandu yang butek airnya laki perempuan
anak-anak orang dewasa orang tua sapi kambing dan
anjing tak ketinggalan kami mandi demokrasi di sini.

Sementara mahasiswa-mahasiswi yang KKN memilih mandi
di petoyan yang airnya jernih sejernih kulit mereka
dan sok belajar makan thiwul tapi karena tak biasa
perut mereka terasa panas lalu diam-diam mereka jajan
tongseng Kang Sadi
melihat cara mandi dan menu makan kami mereka hanya
geleng-geleng kepala padahal sejak lama kami telah menikmatinya
untuk itu jangan beri kami solusi kalau
hanya dalam bentuk skripsi apalagi kalau skripsi-nya
dapat beli.

Di panggang gunung kidul ini banyak orang kota datang
dengan gaya borjuasi mereka 'nginap di rumah Pak Camat
kadang anak-anak melempar pandang penuh keheranan
dan mereka membalas dengan bangga serta senyuman
malamnya kami disuruh kumpul mendengarkan obrolan
politik sambil makan ubi jalar yang tumbuh subur
di atas gundukan tanah kuburan mereka bilang rasanya
renyah serenyah hidup kami yang mandi demokrasi.



Panggang

"Puisi: Mandi Demokrasi (Karya Acep Syahril)"
Puisi: Mandi Demokrasi
Karya: Acep Syahril

Post a Comment

loading...
 
Top