loading...

Kabar dari Teluk

Pada siapa kutitipkan pagi ini tadi
begitu tergesanya aku membawa lari anak-anak
dari menantu yang terjebak dalam terungku
padahal matahari belum sempat kubasuh dengan doa-doa
agar Tuhan memberkati anak-anak manusia
yang menciptakan kunci-kunci penjara bagi hasratnya
siapa yang melintas cepat itu
di antara bayangan kapal-kapal dan barisan serdadu
kalau saja dapat kutangkap jubahnya
akan kutahan langkahnya agar kami saling bicara
tentang daun zaitun dan oase-oase yang menjanjikan
kenyamanan dan kenikmatan tiada hitungan
Sheik, Sheik, kulihat tanah leluhur
telah tersiram air berkumur.

Jakarta
September, 1990
"Puisi: Kabar dari Teluk (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Kabar dari Teluk
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top