loading...

Kupu Malam dan Biniku


Sambil berselisih lalu
mengebu debu.

Kupercepat langkah. Tak 'noleh ke belakang
Ngeri ini luka-terbuka sekali lagi terpandang.

Barah ternganga.

Melayang ingatan ke biniku
Lautan yang belum terduga
Biar lebih kami tujuh tahun bersatu.

Barangkali tak setahuku
Ia menipuku.


Maret, 1943
"Puisi: Kupu Malam dan Biniku (Karya Chairil Anwar)"
Puisi: Kupu Malam dan Biniku
Karya: Chairil Anwar

Post a Comment

loading...
 
Top