Mengenang Bapa

Tak harus menangisinya
jika bapa pergi ke lembah abadi
jika tak tahu di mana pusara
kirim saja bunga di bubungan atap
tabur saja bunga di jalan simpang empat
semua sampai Gusti itu Maha Kasih
perempuan sunyi mengenang sendiri.

Bulan Sura hadir kembali
sebentuk kotak ukir warisan nan tunggal
saatnya dibersihkan
diganti pula bunga isinya
tanda kasih dan setia
pada sang bapa pengukir jiwa
aku tak 'kan menangis lagi, bisik
perempuan itu menatap ukiran tua
karena masih kugenggam pesan itu
buktikan angan dan mimpimu
jangan henti di jalan berbatu
satu hari dunia dalam genggaman
senyum bapa membayang di udara
saat Sura hari pertama.

Bogor
Maret, 2004
"Puisi: Mengenang Bapa (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Mengenang Bapa
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top