Padang Pasir

1
Mengapa menggigil tiba-tiba?
Kau berhenti di lampu merah
waktu gadis kecil itu bernyanyi
di balik jendela mobilmu.

suaranya seperti yang kaubayangkan
ketika menempuh padang pasir itu
dan mendengar: di padang pasir
tidak ada larangan memakan pasir

tetapi pernahkah kau menempuh padang pasir
seperti kau sekarang ini mendengar
nyanyian gadis kecil itu? Pernahkah kau merasa
terkunci dalam sebutir sel darahmu?

Ketika lampu itu hijau kau seperti tak peduli
bahwa baik mendengarkan setiap nyanyian
bahwa tidak usah saja membayangkan
padang pasir - di kota yang hampir tenggelam.

2
Memang harus ada yang dipadamkan,
katamu. Sepanjang jalan permainan neon
dan warna - dan kata. Dan gambar perempuan
seperti menutupi langit malam

menggodamu ke suatu tempat
yang kausembunyikan di dalam otakmu.
Tapi kau berkata tentang apa sebenarnya?
Kaubalas sendiri pertanyaanmu itu.

3
Kau lupa mencatat alamat itu; tengah malam
berhenti di ujung gang menerka-nerka
mungkin memang tidak perlu mencatat
alamat itu - toh tidak pernah ada, pikirmu

apakah memang benar kau tidak harus mencari
alamat itu? Pada suatu saat toh harus
menemui seseorang yang dulu pernah kaukenal
atau yang tak pernah kaubayangkan ada

di ujung gang kau memandang lurus
jalan yang basah bekas hujan sore tadi;
rasanya pernah kaukenal satu-dua bayang-bayang
daun yang berpusing jatuh ke bumi

apakah kau memang tidak perlu mencari alamat itu
dan sekedar begitu saja berada di situ? Tidak ingin bertemu
dengan seseorang yang tak habis-habisnya
menyiasatimu, di padang pasir itu?

"Puisi Sapardi Djoko Damono"
Puisi: Padang Pasir
Karya: Sapardi Djoko Damono

Post a Comment

loading...
 
Top