Seperti Jakarta

Seperti Jakarta
kami diserbu motor dan asap pengendara
yang berloncatan dari para show room
tempat utang-piutang mengecambah
menggasak sawah yang panen muda
dan memamah impian pekerja yang ditelikung umr kota.
sementara mobil mewah melaju di jalur bebas aturan
bermuatan kembang dan hawa pegunungan
menyalip para mikrolet dan bus antar kota
yang dikendarai iblis tak bermata.

Seperti Jakarta
kami ditengok banjir yang hafal rute dan tanda
memburu rumah tanpa halaman yang kehilangan pagar.
Mereka menerobos kamar tidur tanpa permisi
mengirim mimpi buruk sepanjang hari
lantas tidur telentang di ruang tamu hingga sulit dibangunkan.
Kaki tangannya menjulur ke segenap ruang hati
lidah dan kemaluan mereka mengintip ke lubang nurani
sembari menebar mantra busuk ke kamar mandi,
dapur, dan semacam ruang pribadi
menumpahkan cadangan bumbu dan makanan basi
yang kami sisakan untuk esok hari

Seperti Jakarta
kami dipaksa berkawan kekerasan
menghafal yel-yel pembunuhan tak sengaja
atau himne pembantaian tiba-tiba
tanpa sempat latihan bela-diri, mengaji ilmu agama,
apalagi pelajaran budi pekerti.
Di gang dan jalanan
selalu kami jumpa malaikat bergonta-ganti rupa
atau menumbuh-potongkan alat kelaminnya.
para nabi berkeliaran membawa sekeranjang doa
dalam kemasan menggiurkan
namun menjajakannya tanpa kepastian harga.
Para kitab berhalaman tajam
huruf-hurufnya meledak begitu terbaca
memercikkan api abadi kebencian
di sekolahan, diskotik, gedung parlemen juga rumah Tuhan.

Seperti Jakarta
tak ada tempat yang nyaman
kecuali di gambar uang!
Solo
4 Desember 2010
"Puisi Sosiawan Leak"
Puisi: Seperti Jakarta
Karya: Sosiawan Leak

Post a Comment

loading...
 
Top