Mei 2010
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Penyair Dengki

Puisimu tak pernah bagus
karena selalu dimuat koran Jakarta.

Puisiku hebat
karena tak ada koran Jakarta
berani memuatnya.

"Binhad Nurrohmat"
Puisi: Penyair Dengki
Karya: Binhad Nurrohmat

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Ciuman Pertama Untuk Tuhan

Merendehkan diri di bawah telapak kaki
dalam tahajud paling putih dan sunyi, akhirnya
sampai juga aku mencium Tuhan. Mungkin Kaki atau Telapak
Tangan-Nya - tapi aku lebih ingin mengecup dahi-Nya
Duhai, hangatnya sampai ke ulu jiwa.

Inilah ciuman pertamaku, setelah berabad-abad
gagal meraihnya dengan beribu rakaat dan dahaga
Tiada kecerdasan kata-kata yang bisa menjangkaunya.

Tak juga doa dalam tipu daya air mata - Duhai Kekasih,
raihlah jiwaku dalam hangatnya Cinta.

Bertahun-tahun aku merindu, bagai Rabiah
tiada lain kecuali merindu Engkau. Duhai Kekasih,
tenggelamkan kini aku ke dalam cahaya-Mu.

Jakarta
Agustus, 2003
"Ahmadun Yosi Herfanda"
Puisi: Ciuman Pertama Untuk Tuhan
Karya: Ahmadun Yosi Herfanda