Bisnis

header ads

Puisi: Ciuman Pertama Untuk Tuhan (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Ciuman Pertama Untuk Tuhan

Merendehkan diri di bawah telapak kaki
dalam tahajud paling putih dan sunyi, akhirnya
sampai juga aku mencium Tuhan. Mungkin Kaki atau Telapak
Tangan-Nya - tapi aku lebih ingin mengecup dahi-Nya
Duhai, hangatnya sampai ke ulu jiwa.

Inilah ciuman pertamaku, setelah berabad-abad
gagal meraihnya dengan beribu rakaat dan dahaga
Tiada kecerdasan kata-kata yang bisa menjangkaunya.

Tak juga doa dalam tipu daya air mata - Duhai Kekasih,
raihlah jiwaku dalam hangatnya Cinta.

Bertahun-tahun aku merindu, bagai Rabiah
tiada lain kecuali merindu Engkau. Duhai Kekasih,
tenggelamkan kini aku ke dalam cahaya-Mu.

Jakarta
Agustus, 2003
"Ahmadun Yosi Herfanda"
Puisi: Ciuman Pertama Untuk Tuhan
Karya: Ahmadun Yosi Herfanda

Posting Komentar

0 Komentar