Ciuman Pertama Untuk Tuhan

Merendehkan diri di bawah telapak kaki
dalam tahajud paling putih dan sunyi, akhirnya
sampai juga aku mencium Tuhan. Mungkin Kaki atau Telapak
Tangan-Nya - tapi aku lebih ingin mengecup dahi-Nya
Duhai, hangatnya sampai ke ulu jiwa.

Inilah ciuman pertamaku, setelah berabad-abad
gagal meraihnya dengan beribu rakaat dan dahaga
Tiada kecerdasan kata-kata yang bisa menjangkaunya.

Tak juga doa dalam tipu daya air mata - Duhai Kekasih,
raihlah jiwaku dalam hangatnya Cinta.

Bertahun-tahun aku merindu, bagai Rabiah
tiada lain kecuali merindu Engkau. Duhai Kekasih,
tenggelamkan kini aku ke dalam cahaya-Mu.

Jakarta
Agustus, 2003
"Ahmadun Yosi Herfanda"
Puisi: Ciuman Pertama Untuk Tuhan
Karya: Ahmadun Yosi Herfanda

Post a Comment

loading...
 
Top