loading...

Guru yang Selalu Menyimpan Palu
semua orang tau guru kami bukan seorang tukang kayu meski setiap
saat hidupnya tak lepas dari palu kadang berkali-kali dia pukulkan palunya
ke meja dengan wajah hitam selain sering kami pergoki mengenakan lipstik
dan deodoran dengan penampilan menawan di hadapan para pesakitan
sehingga tak jarang guru lalai sampai lupa memukul tangannya sendiri
ketika beliau terbuai oleh imajinasi-nya dan melayang-layang ke suatu
tempat atau tertidur lelap di lajunya veyron fiat dan di mercedes benz
dengan rumah mewah yang sebentar lagi dia tempati bersama anak
istrinya semua orang tau guru kami bukan seorang tukang kayu tapi
di otak sebelah kirinya ada sebuah kantung yang dia siapkan untuk
menyimpan palu serta memastikan kalau besok masih selalu ada jadwal
baginya untuk membebaskan para maling negara yang bisa mengakses
hidupnya atau membunuh waktu si miskin dengan menjatuhkan palu
di mejanya demi memperpanjang kepercayaan negara pada dirinya
semua orang tau guru kami bukan seorang tukang kayu oleh karena itu
beliau tak bisa membedakan mana kayu mana besi dan mana batu
demi Allah kami bersumpah tak mau sesat dan bejat seperti guru.
2011

"Puisi: Guru yang Selalu Menyimpan Palu (Karya Acep Syahril)"
Puisi: Guru yang Selalu Menyimpan Palu
Karya: Acep Syahril

Post a Comment

loading...
 
Top