Puisi: Orkes Sunyi (Karya Dorothea Rosa Herliany)
Puisi: Orkes Sunyi (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Orkes Sunyi Kumasuki taman lengang dengan ruh dan luka-luka bermekaran dalam pot tak berwarna. ...

Read More »

Puisi: Tambur (Karya Dorothea Rosa Herliany)
Puisi: Tambur (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Tambur menjadi sungai menjadi batu menjadi air menjadi tanah menjadi ikan menjadi pendar ...

Read More »

Puisi: Manusia Kerdil (Karya Dorothea Rosa Herliany)
Puisi: Manusia Kerdil (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Manusia Kerdil I Para kerdil itu berkicau seperti  orang-orang pasar bermain batang pohon raksas...

Read More »

Puisi: Penggali Sumur (Karya Dorothea Rosa Herliany)
Puisi: Penggali Sumur (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Penggali Sumur Lelaki itu menggambar tubuhnya dengan rute jauh yang ditempuh. Sosoknya teg...

Read More »

Puisi: Kota Bawah Tanah (Karya Dorothea Rosa Herliany)
Puisi: Kota Bawah Tanah (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Kota Bawah Tanah Tubuh siapakah melukis gelap. Melubangi cahaya dalam terowongan, menuju peta bu...

Read More »

Puisi: Di antara Matahari, Ombak, Angin adalah Diri (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Di antara Matahari, Ombak, Angin adalah Diri (Karya Diah Hadaning)

Di antara Matahari, Ombak, Angin adalah Diri Di antara derap langkah anak bangsa di antara gelar m...

Read More »

Puisi: Yang Melipir (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Yang Melipir (Karya Diah Hadaning)

Yang Melipir Digelarnya kelir dipasangnya belencong angin berhembus segala arah lalu dahinya k...

Read More »

Puisi: Getaran Jiwa (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Getaran Jiwa (Karya Diah Hadaning)

Getaran Jiwa Seperti buana yang  tak pernah lipat luasnya seperti laut yang tak pernah mati om...

Read More »

Puisi: Tragedi Negeri Mimpi (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Tragedi Negeri Mimpi (Karya Diah Hadaning)

Tragedi Negeri Mimpi Kota sisakan plaza jalanan sisakan asap Orang sisakan erang harap...

Read More »

Puisi: Jakarta Bersaksilah (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Jakarta Bersaksilah (Karya Diah Hadaning)

Jakarta Bersaksilah Bunga-bunga bulan Mei bermekaran semarak warna di halaman rumah rakyat ben...

Read More »

Puisi: Yang Bersaksi (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Yang Bersaksi (Karya Diah Hadaning)

Yang Bersaksi Suara-Mu kah? Suara-Mu kah? memanggili namaku ketika diri bersaksi di bawah cu...

Read More »

Puisi: Abstraksi Pasca (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Abstraksi Pasca (Karya Diah Hadaning)

Abstraksi Pasca Ada yang diam-diam tertawa bagaimana hasrat satu jiwa sedang baca tak satu kata ...

Read More »

Puisi: Catatan Juli 99 (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Catatan Juli 99 (Karya Diah Hadaning)

Catatan Juli 99 Semua orang merasa harus mencari harus menemukan dalam gelar dalam getar d...

Read More »

Puisi: Menyimak Diam (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Menyimak Diam (Karya Diah Hadaning)

Menyimak Diam Diam yang bukan sembarang diam diam yang bukan berarti sarang adalah diam yang sek...

Read More »

Puisi: Di antara Dua Pertanyaan (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Di antara Dua Pertanyaan (Karya Diah Hadaning)

Di antara Dua Pertanyaan Dari mana awal doa anak manusia apa beda perang di barat dan perang di ti...

Read More »

Puisi: Cakra Manggilingan (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Cakra Manggilingan (Karya Diah Hadaning)

Cakra Manggilingan Cakra-manggilingan tak henti berputar menandai perjalanan windu dan abad seir...

Read More »

Puisi: Padang Hijau (Karya D. Zawawi Imron)
Puisi: Padang Hijau (Karya D. Zawawi Imron)

Padang Hijau Sejuk pun singgah Memeluk nisan demi nisan Gerimis sore memetik kecapi Maka tebak...

Read More »

Puisi: Kenangan (Karya Chairil Anwar)
Puisi: Kenangan (Karya Chairil Anwar)

Kenangan untuk Karinah Moordjono Kadang Di antara jeriji itu-itu saja Mereksmi memberi warna Benda usang d...

Read More »

Puisi: 1943 (Karya Chairil Anwar)
Puisi: 1943 (Karya Chairil Anwar)

1943 Racun berada di reguk pertama Membusuk rabu terasa di dada Tenggelam darah dalam nanah Malam kelam-me...

Read More »

Puisi: Doa Poyangku (Karya Amir Hamzah)
Puisi: Doa Poyangku (Karya Amir Hamzah)

Doa Poyangku Poyangku rata meminta sama semoga sekali aku diberi memetik kecapi, kecapi firdausi menampar ...

Read More »

Puisi: Panorama Tanah Air (Karya Ajip Rosidi)
Puisi: Panorama Tanah Air (Karya Ajip Rosidi)

Panorama Tanah Air Di bawah langit yang sama manusia macam dua: Yang diperah dan setiap saat mesti rela mengur...

Read More »
loading...
 
Top