Di antara Matahari, Ombak, Angin adalah Diri

Di antara derap langkah anak bangsa
di antara gelar mozaik cita-cita
di antara pendar cahaya mercusuar
pulau-pulau dalam lingkar nusantara
kami tiupkan mimpi-mimpi bocah
kami lekatkan harapan-harapan tak terbilang.

Tak ada kata henti dalam kamus hati
tak ada kata lelah dalam kamus langkah
kami ikut menuju satu arah
masa depan tanah air jaya raya
merdeka dalam jiwa
melagukan hymne dan mars kehidupan
menjadi bagian dari sejarah
menjadi satu dalam denyut jantung pertiwi.

Matahari di langit tinggi
ombak-ombak di batas cakrawala
desing angina di musim pancaroba
adalah kami yang tak henti bersaksi
atas nama kesetiaan
walau dalam keterbatasan
yang tak melihat tapi MELIHAT
yang tak mendengar tapi MENDENGAR
yang tak melangkah tapi MELANGKAH
dengar, dengarlah suara kami nada tabah
menyusuri padang terbuka, bukit dan lembah
menjadi doa dan lagu mengukir hayat
datang, datanglah cahaya di hati
bawa, bawalah imanku kembali
datang, datanglah kuseru namamu: bapa....

Jakarta, 2007
"Puisi: Di antara Matahari, Ombak, Angin adalah Diri (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Di antara Matahari, Ombak, Angin adalah Diri
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top