loading...

Dia Hanya Dada

Dia hanya dada yang ingin mengatakan hujan
Suatu hari berjalan dengan langit senja
Udara dingin dari batu es, sebuah kenangan muda
Dengan pensil menggambar kekasih
Kenapa hatiku penuh mobil, jendela kaca, dan ikan-ikan juga

Televisi jadi kapal-kapal putih di matanya
Membawa ibu pergi ke rumah-rumah keramik
Senja seperti marmer biru, berjalan ke arah Timur

Dia hanya dada yang ingin berlari dalam hujan
Belajar memberi parfum pada kenangan di Timur
Memanggil kupu-kupu plastik 
Memanggil bunga plastik - Menyatakan cintanya juga -
Kenapa Ibu dan ayah mati
Seperti berpelukan dengan rumput

Dia hanya ingin sekali lagi
Membuat pemandangan di matanya, daun-daun seperti logam
Dada mau, dada mau 
Karena dia memang tak pernah ada
Di matamu
Dia hanya layang-layang
Hanya sepeda menyusuri senja
Ke sana

1980
"Afrizal Malna"
Puisi: Dia Hanya Dada
Karya: Afrizal Malna

Post a Comment

loading...
 
Top