Juni 2011
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Sang Hyang Nari Ratih

Kala itu sang pemuja naik ke atas dahan
atas berhelai daun yang terpetik puluhan
yang jatuh di tepian sungai air telaga
hingga mengenai lingga di sampingnya
kaki sang pemuja melangkah pada pohon bila
yang tenggelam di beningnya air nirwa telaga
dihuni oleh sepasang pelinggih dan lingga.

Tersadar, sang pemuja ada pada malam siwaratri
saat dimana ia menyayat dosa dan menyesali
meminta maaf pada arwah yang telah diburu
untuk daging, tulang dan beribu bulu-bulu

Tibalah, arwah sang pemuja hendak dibawa ke neraka
dihalau batara siwa dari cengkraman dua cingkrabala
sang hyang nari ratih bersaksi atas dosa yang terbeli
pengakuan dosa sang pemuja, pada malam siwaratri.

Bali
26 Mei 2014
"Puisi Kinanthi Anggraini"
Puisi: Sang Hyang Nari Ratih
Karya: Kinanthi Anggraini

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Galaksi

Mari menyusun galaksi
dari helai sunyi
mari membentuk matahari
dari lembar-lembar mimpi

Kita akan menghuni tata-surya baru
di sini kita telah letih, kekasihku
bumi ini sudah tak melahirkan puisi.

2011
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Galaksi
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Bingkai Rindu

Aku ingin meraut kenangan
dari ranting-ranting peristiwa
dari sebaris doa
yang pernah kita gumamkan
sepanjang sunyi jalan.

Seisi hatiku masih tergambar
serupa wajah berbingkai rindu,
itu kamu.

2011
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Bingkai Rindu
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Rumah Pantai

Dermaga ini telah retak
perahumu tak mungkin lagi merapat
angin juga telah mengirimkan tanda

Aku letih, kekasihku
sejak engkau berlayar menembus cakrawala
di sini, hatiku masih terjaga di rumah pantai
yang kelak akan kau singgahi

Aroma rindu ini tak sanggup memanggilmu pulang
untuk menyulam kembali kenangan
untuk membangun kembali dermaga
milik kita.

2011
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Rumah Pantai
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Abad Penuh Laknat

(Abad Penuh Laknat 1)

Abad penuh laknat
di sudut-sudut kota terpasang
gambar hantu serupa tuhan

wajah-wajah kusam menghuni kota sunyi
cahaya tak pernah datang
hanya seberkas sinar
yang membias dari bulan beku

orang-orang berkerumun di sudut kota
memunguti setiap kalimat para ahli kitab
yang terserak di trotoar jalan
orang-orang semakin berduyun
berebut kalimat para ahli kitab
hanya seorang anak kecil yang menemukan
kata “surga”


(Abad Penuh Laknat 2)

Ayat-ayat menggenangi pikiranmu
tuhan serupa hantu menggerogoti nadimu
menjalar ke seluruh pori-pori
mulutmu meracau sepanjang jalan
kata-kata berloncatan seperti mortir
yang menghancurkan gedung-gedung tinggi
sembari menghunuskan kebencian
kamu merusak peradaban

2011
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Abad Penuh Laknat
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Kekasihku

Baiklah, kita akan memetik daun sutera selebar sampan
yang tumbuh di dasar cakrawala.
Kita akan terbang mengitari galaksi biru.
menebar kristal mimpi ke permukaan bumi,
bagi para pemuja sepi.
Oh lagu dari surga, mengalunlah
menjelma cinta para dewa.

Oh kekasih,
di persimpangan itu kita akan singgah sejenak
memetik kenangan yang tertinggal
di atas batu bisu.

2011
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Kekasihku
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Mari Bersulang Cinta

Aku mencintaimu
seperti aku menyakiti diriku sendiri.
O, tetesan darah di urat nadiku
terus mengalirkan
cintaku padamu

Akan kuhunus jantung ini
dengan puisi yang memabukkan
mari bersulang cinta bagi malam beku
tinggalkan saja waktu yang renta,
karena kita sudah berada di jalan cahaya,
surga kita sendiri.

2011
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Mari Bersulang Cinta
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Surga di Jiwa

Aku hendak menancapkan puisi di dadamu
hingga ke hati yang tengah terpasung oleh puasa cinta
mati oleh puisi yang mewakili segala tangis

Mari mengeja cinta dalam kembara
simpanlah surga di peraduanmu

Surga ada di seluruh tubuhmu
setiap lekuknya adalah puisi
yang lahir dari imajinasi
malaikat cahaya adalah aku
yang selalu mengirim rindu
lewat denyut nadimu
bangkit dan nyalakan lentera
untuk surga yang telah bersenyawa di jiwa.

2011
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Surga di Jiwa
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Puing Waktu
(: Wa Ode Wulan Ratna)

Aku kembali ke puing waktu
menelusup kenangan yang terserak
di ruang bicara tempat kita
menikam malam yang sarat mimpi
merayu bulan agar tak datang
mengusir pagi yang merindu matahari
mari meramu mantera
untuk cinta dalam darah yang beku.

2011
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Puing Waktu
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Orkestra Kesunyian
(: Wa Ode Wulan Ratna)

Sepanjang malam
kita mainkan orkestra kesunyian
di antara serakan mimpi
di ruang bicara
menuliskan imaji tanpa henti
dan pagi,
kita akan bertemu malam sesungguhnya.

2011
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Orkestra Kesunyian
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Bidadari Pemeluk Mimpi
(: Wa Ode Wulan Ratna)

Bidadari pemeluk mimpi
melumat serat-serat malam
menari, menyanyikan lagu ragu
bidadari pemeluk sunyi
merampas matahari dari tebing pagi
membenamkan ke jurang waktu
bidadari terus menari
menyemat amarah
mengayun langkah
ke segala arah
………………..
bidadari letih sendiri
lena dalam pelukan bumi
tak ada yang menangisi.

2011
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Bidadari Pemeluk Mimpi
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Mantera Bidadari
(: Wa Ode Wulan Ratna)

Telah kutulis sederet mantera di dahimu
dan pergilah ke telaga
agar kau dapat menggumamkan mantera itu
untuk memanggil arwah para malaikat
yang telah melemparkanmu ke bumi ini
biar saja tuhan berpihak kepada para malaikat itu
tapi kamu punya surga sendiri
tempat kamu akan menempati singgasananya.

2011
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Mantera Bidadari 2
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Lena Jiwa yang Nestapa
(: Wa Ode Wulan Ratna)

Ciptakanlah kematianmu dari dasar sunyi
hirup aroma luka dengan jantung menganga
masukkan serpihan masa lalumu
ke dalam paru-paru yang membiru
potonglah urat pikiranmu
akan kuundang angin dari penjuru musim
untuk menghempaskan jasadmu ke batas cakrawala
lena, lena jiwa yang nestapa.

2011
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Lena Jiwa yang Nestapa
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Mati dalam Rasa
(: Wa Ode Wulan Ratna)

Aku seperti telah mati
terbunuh oleh kegaduhan laut
yang menggenangi pikiranmu
dan kamu terus berselancar
di dinding malam penuh semak luka
selepas kaukubur aku di dasar sunyi
sampaikan pada mereka
kata bukan lagi senjata
melawan nestapa!
katamu,
tebalkanlah kepalamu
hatimu pikiranmu
biarkan kerak kata-kata ini
keluar dari dasar sumur jiwaku
jika kamu telah fana
kamu akan hidup kembali
seperti tuhan yang pernah merasakan mati
nanti kita bisa berselancar bersama
di dinding waktu melampaui semesta
sesungguhnya dalam matiku
aku masih harus menyelesaikan
beberapa keinginan deru laut
yang terus menggenaingi pikiranmu
dan aku mulai membiasakan
sigap mengikuti loncatan kata
dari sumur jiwamu
tapi lihatlah,
sampai aku benar-benar fana
jubah yang kupakai ini
tak kan pernah kutanggalkan
aku ingin kamu dan aku
tidur bersama tuhan
berselimut jubah ini.

2011
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Mati dalam Rasa
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Kenangan itu
(: Risha Phoenix)

Desir angin yang menyisir ilalang
seperti mengirim rindu
malam menjemput bulan
dengan nyanyian kesunyian
aku termangu di tepi telaga
Oh, wajah dan kenanganmu
masih saja menghampiri hidupku
di ruang bicara kita
engkau hadir kembali
membawa seikat puisi
ada gelora yang tak terkata
sungguh, aku belum menemu cara
untuk mengusir kenangan
tentangmu.

2011
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Kenangan itu
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Nyanyian Hujan
(: Lygia Nostalina)

Rinai hujan di senja sunyi
rinduku padamu masih menyerpih
aku coba menghimpun kembali
di antara reruntuhan mimpi.

Kuingin cintamu seperti hujan
yang membasahi bumi
lelapkan jiwaku.

Tegal
Mei, 2011
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Nyanyian Hujan
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Taman ini

Jangan lupakan taman ini
kursi usang di bawah pohon
lampu yang berdiri mematung, sendirian
mempertemukan kita
menyaksikan geriap rindu,
setiap derai airmata,
dan mengantar perpisahan kita.

Datanglah sesekali ke taman ini
jika engkau ingin mengenang
bahagia dan luka yang pernah ada.

2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Taman ini
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Doa
(Kepada Abdul Wachid B.S.)


Di penghujung senja, aku menanti
Ombak menyapu bayang
Agar sampai aku pada cahaya.


Januari, 2011
"Dimas Indiana Senja"
PuisiDoa
Karya: Dimas Indiana Senja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||