Sang Hyang Nari Ratih

Kala itu sang pemuja naik ke atas dahan
atas berhelai daun yang terpetik puluhan
yang jatuh di tepian sungai air telaga
hingga mengenai lingga di sampingnya
kaki sang pemuja melangkah pada pohon bila
yang tenggelam di beningnya air nirwa telaga
dihuni oleh sepasang pelinggih dan lingga.

Tersadar, sang pemuja ada pada malam siwaratri
saat dimana ia menyayat dosa dan menyesali
meminta maaf pada arwah yang telah diburu
untuk daging, tulang dan beribu bulu-bulu

Tibalah, arwah sang pemuja hendak dibawa ke neraka
dihalau batara siwa dari cengkraman dua cingkrabala
sang hyang nari ratih bersaksi atas dosa yang terbeli
pengakuan dosa sang pemuja, pada malam siwaratri.

Bali
26 Mei 2014
"Puisi Kinanthi Anggraini"
Puisi: Sang Hyang Nari Ratih
Karya: Kinanthi Anggraini

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top