Tak Ada Malam di Festival

Apa yang ditampilkan di sini
tak lebih tenang dari langit sehabis hujan
orang-orang bergegas pergi dan kembali
berbekal bicara berbekal mendengar
lalu dibayar lalu terkenal
sedangkan lidah kemarau masih menjulur-julur 
bagai desisan api pada haus kedamaian
di setiap ruang waktu di tanah yang kita tunggu
arti kebebasannya. tak ada manusia berkenalan
dengan kesunyian masing-masing
hanya saling melupakannya di keramaian nanti
berganti saling tukar kartu nama
saling melupakan malam buta
kepada siang yang fana di depan mata
tak ada malam di suatu festival 
kerlip kunang dan kerikan jangkrik
berganti babi panggang dan busa bir
orang-orang bersulang
entah dalam rangka kemenangan apa
berteriak menari berdansa
lupakan duka lara di luar ruang pesta
“Hei, mari hilangkan letihnya puisi lukamu!”
seru seorang bule.

Ah, aku jadi rumah
sudahkah mereka makan nasi jagung
dan kuah kelor malam ini?
“Mak, tak ada malam di festival
bersama lauk moksamu di pesta doa”

Ubud, 2015
"Puisi Raedu Basha"
PuisiTak Ada Malam di Festival
Karya: Raedu Basha

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top