Aktor
- untuk Moh. Sunjaya

Aktor terakhir menutup pintu.
"Caesar, aku pulang."
Dan ruang-rias kosong. Cermin jadi dingin
seperti wajah tua yang ditinggalkan.

Siapapun pulang. Meski pada jas
dengan punggung yang berlobang
ia masih rasakan ujung pisau itu
menikam dan akordeon bernyanyi

pada saat kematian. Ia masih ingat
kalimat di adegan ke-4,
tentu saja. Tapi tak ingin
mengulangnya.

"Teater," sutradara selalu bergumam,
"hanya kehidupan dua malam."
"Tapi tetap kehidupan," ia ingin menjawab.
Ia selalu merasa bisa menjawab.

Ia menyukai suaranya sendiri
dan beberapa kata-kata.
Tapi pada tiap reruntukan panggung
ia lupa kata-kata.

Pada tiap reruntukan panggung
ia hanya ingin tiga detik - tiga detik yang yakin:
dalam lorong Kapai-Kapai, Abu tak berhenti
hanya karena cahaya tak ada lagi.

Ia tak menyukai melankoli.



2012
"Puisi: Aktor (Karya Goenawan Mohamad)"
Puisi: Aktor
Karya: Goenawan Mohamad

Post a Comment

loading...
 
Top