loading...

Tentang Maut

Di ujung bait itu mulai tampak sebuah titik
yang kemudian runtuh, 5 menit setelah itu.

Di ujung ruang itu mulai tampak sederet jari
yang ingin memungutnya kembali.

Tapi mungkin
itu tak akan pernah terjadi.

Ini jam yang amat biasa: Maut memarkir keretanya
di ujung gang dan berjalan tak menentu.

Langkahnya tak seperti yang kau bayangkan: tak ada
gempa, tak ada hujan asam, tak ada parit
yang meluap.

Hanya sebuah sajak, seperti kabel yang putus.

Atau hampir putus.
 

2012
"Puisi: Tentang Maut (Karya Goenawan Mohamad)"
Puisi: Tentang Maut
Karya: Goenawan Mohamad

Post a Comment

loading...
 
Top