loading...

Berkayuh di Kaki Sulawesi

Ini puisi yang mengaji kelenjar
mengaji simpul tali yang meremntang layar.

Tadi malam kasur sekarang ombak
Matahari tak pernah ingkar janji
Memandang teduh bandar kepagian
dan darah selalu mengalir
meniru riak laut yang tak berakhir.

Mengaji haluan mengaji kemudia
Dayung berkayuh di kaki Sulawesi
inilah yang tidak bibir
awan membungkuk bagai diukir.

Bersungguhlah dan mengaji
menyanyi menggetarkan hati
menempuh gelombang menyimak karang
menata langkah ke negeri seberang.

Di sana ada pagi di sini ada pagi
pada pertemuan sana dan sini
ada hati yang bergigi ada langkah yang bergizi
walau antara kalau dan tepi
tak boleh ada hutang pada nafas matahari.


"Puisi: Berkayuh di Kaki Sulawesi (Karya D. Zawawi Imron)"
Puisi: Berkayuh di Kaki Sulawesi
Karya: D. Zawawi Imron

Post a Comment

loading...
 
Top