Lelaki yang Simpan Denyut Nadi La Ede

Mendesis-desis mantranya
menyusupi celah malam
sebelum akhirnya mengendap di lubuk jiwa
bumi dan langit tangkap getarnya
sebelum malam tuntas mengabarkan semuanya
kepada orang-orang dalam perjalanan
mencari karma sepanjang musim
mendesis-desis mantranya
sentuhi batas mimpi anak manusia
menebar aneka idiom kehidupan
lalu diam lama yang ada hanya serat cahaya
inodi mata
inodiooe
momawa, noghosa

Embun turun dalam hening
ada yang menyapa ada yang disapa
alam semesta membatas keberadaan maya
selebar dada seluas tapak tangan
sirna kata sirna ejaan
dalam pendar cahaya 
dalam kelopak nuansa.



Taman Budaya, Solo
Maret, 2003

Catatan: Tulisan warna biru = Bahasa Muna =
aku mata
aku air
mengalir deras.
"Puisi: Lelaki yang Simpan Denyut Nadi La Ede (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Lelaki yang Simpan Denyut Nadi La Ede
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top