loading...

Pengaduan Mei, Sebuah Syair Doa

Berbincang dalam diam paling diam dengan-Nya
di puncak malam paling malam
manakala pohon dan rasa budi hilang hijau
selalu pada-Nya kulubukkan hening diri
Kuasa-Nya yang Mahkota
Asihnya yang Bunga
Penerimaannya yang Langit
membuat setiap kejatuhan selalu bangkit
: hari-hariku dalam Kuasa-Mu
ketika langkah lamban Kau membimbing, orang diam
ketika hati gelap Kau mencahaya, orang lupa
ketika kusyairkan Kau lapar, orang protes
di sekeliling satwa dan alam telah berubah
fatwa dan orang telah merebah
nilai dan urai telah dicacah
Arif-Mu abadi
zikir dan doa buah hakiki
syairku di Mata-Mu tak pernah jadi haram.

: jalanlah di jalanmu, perempuan-Ku
sapa-Mu menggugah sukma letih
ya Bapa, ya Bapa, pohon segala biji asal
langkahku panjang sambil menabur benih
terus dan lurus meniti waktuku
laparkan aku agar terus niatku
apikan aku, apikan aku, Amin.

Bogor
Mei, 1992
"Puisi: Pengaduan Mei, Sebuah Syair Doa (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Pengaduan Mei, Sebuah Syair Doa
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top