loading...

Perempuan Kembara yang Rindu Pulang

Aku perempuan kembara
berjalan memanggul kapak berkarat
hasrat mendekap dunia
saat hidup tanpa ruwat
kini aku rindu pulang
semua tanda telah hilang
yang kuingat hanya tembang pesisiran.

Aduh ibu itu apa
menghitam menjadi mega
benarkah asap bencana.

Aduh ibu cerminku hilang
sungai bening yang kupandang 
kini penuh limbah sebrang.

Aduh ibu mana rumahku
yang ada jalan tiang seribu
benarkah untuk muktiku.

Aduh ibu tertusuk duri
lukanya tembus ke hati
walau sakit hidup matiku di sini

Jangan tanya lebih baik diam saja
Jangan tanya lebih baik diam saja.

"Puisi: Perempuan Kembara yang Rindu Pulang (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Perempuan Kembara yang Rindu Pulang
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top