loading...

Kekayaanku Hanya Buku dan Bunga

Kekayaanku hanya buku dan bunga
apakah kamu sudah membeli mobil? Tanyamu
Buku-buku menjerit dari timbangan
bersamaan dengan debu dan akar kembang
yang dicampakkan di jalanan
entah karena perang, pesta perkawinan
atau sisa pemakaman
kupungut segala tanpa peduli nama
status keluarga, cacat atau bermahkota
sambil kuingat ceritamu
tentang perselingkuhan udara dan limbah kimia
yang melahirkan hujan api di semua ruang, di dapurmu
mendidihkan segala yang kau sentuh
bahkan saat kau tidur sekalipun.

Kekayaanku hanya buku dan bunga
apakah engkau bahagia? Tanyamu
Seperti kata-katamu yang lengang
tanpa wajah, tak bernada, beralamat
aku dirajang-rajang huruf yang berloncatan
tanpa jeda tanpa tanda baca
yang lama ditawan daftar harga
di istana pasir bersama angin, kluwung
dan giris gerimis
yang tak pernah turun, di dapurmu
tapi, kekayaanku hanya buku dan bunga.

Kekayaanku hanya buku dan bunga
aku kangen, katamu
dan aku melamarmu dengan perpisahan
sambil terus mengumpulkan buku dan bunga
menjarakkan pertemuan kita
yang tak kunjung sampai!
Solo
29 Maret 2006
"Puisi Sosiawan Leak"
Puisi: Kekayaanku Hanya Buku dan Bunga
Karya: Sosiawan Leak

Post a Comment

loading...
 
Top