September 2012
Bongkar

Bongkar
telanjangi
tangkap jangan dilepas lagi

Kita selalu sembunyi
selalu ada alasan
membenarkan diam
selalu cari alasan
menghindar mengatakan
kita tenggelam

Ditimbun dalih-dalih
membenarkan pembangunan
melihat korban-korban
tak bersaksi
melihat korban-korban
hanya melihat

Kita selalu cari keselamatan
aman mapan
cuci tangan
membiarkan semua berjalan

Marti telanjangi
bongkar
jangan mau lagi alasan-alasan
Tanya! Tanya!
 
"Puisi: Bongkar"
Puisi: Bongkar
Karya: Wiji Thukul
Bulan Agustus Sudah Tiba
Bulan agustus sudah tiba
penduduk ramai-ramai pasang
bendera
tapi aku hanya lihat yang di seberang
rumah saja
kuintip dari lubang kunci
sebab aku dikejar-kejar penguasa

Sudah puluhan hari aku tak melihat
angkasa
kehidupan di sekelilingku kusimak
dari datak-deru dan tawanya

Aku tak bisa lihat wujud dan
wajahnya

Aku ditahan bukan dipenjara
aku disel bukan di bui

Sebab kehidupan sehari-hari
adalah penjara nyata
rakyat negeri ini.
 
"Puisi: Bulan Agustus Sudah Tiba"
Puisi: Bulan Agustus Sudah Tiba
Karya: Wiji Thukul
Nyanyian Tanah Ibu

Siapa yang menggetarkan suaraku
yang menggetarkan udara

Getaran menyalakan pita mulutku
mulutku bicara
sama-sama mereka
yang jongkok menghadap selokan
rakyat biasa yang tenaganya luar
biasa

Siang malam membangun

Maka jadilah otot-otot kota
berdirilah gedung-gedung
menghamparlah jalan raya
rakyatku menggali
ditimbuni batu-batu
mengaspal jalan-jalan mobil
rakyatku diam
tak disebut-sebut
rakyatku bisu
(tapi di dalam gelap piye-piye
kadang melenguh seperti sapi
diperah
tanpa waktu
seperti kuda beban digebug
tanpa waktu)

Rakyatku adalah pencipta sorga di
dunia
meski ia sendiri tak pernah mencicipi
sebab sorga telah dijilat habishabisan
sampai hutan-hutan ikut terbakar

Rakyatku adalah pelayan setia
yang hanya bekerja dengan gembira
dan bangun pagi: lunasi utang!

19 Januari 1988 
"Puisi: Nyanyian Tanah Ibu"
Puisi: Nyanyian Tanah Ibu
Karya: Wiji Thukul