Catatan September, Senayan Minggu Pertama

Ada yang selalu beringas
ada yang selalu tak puas
itu sah dan wajar saja
karena berhala masih tersisa.

O, Senayan kembali bergetar
bendera-bendera berkibar
suara-suara hingar-bingar
mengusung pesan-pesan
orang-orang yang korban
musim yang rawan
darah bercucuran
sejak Mei pecah oleh bunyi bedil
hari-hari menjadi gigil.

Yakinilah:
setelah cermin pecah
anak zaman luruskan sejarah
setelah jembatan runtuh
anak zaman masih utuh
setelah sakit dan luka
anak zaman kibar bendera
jaket-jaket aneka warna
milik anak tanah merdeka.

September, 1998
"Puisi: Catatan September, Senayan Minggu Pertama (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Catatan September, Senayan Minggu Pertama
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top