loading...

Elegi ke Elegi

Kalau saja ia berani bilang tidak
pada orang-orang pembawa piala
anggur merahnya simpan racun
semua saudara akan berdoa
memujikannya jadi anak peradaban
tapi dia lupa ajaran sang bapa
yang kutangisi siang malam
tanah perdikan dan jiwa rawan
dari setapak mulai tergadaikan
doaku hanya dua pilihan:
selamatkan
atau 
hancurkan.

Bogor
Januari, 2002
"Puisi: Elegi ke Elegi (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Elegi ke Elegi
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top