Narasi Hari Tua

Antara daun-daun dan musim kering, kau sodorkan
wajahmu yang dulu juga. Seekor kupu-kupu bangkit
dari kepompongnya.

Ini tahun kesekian dalam usiamu. Hampir datang
musim yang kau tunggu.

Tapi, kau datang atas nama sunyi. Kekekalan ajal
dan cuaca yang selalu gagal. Mestikah kita
berduka?

1994
"Puisi: Narasi Hari Tua (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Narasi Hari Tua
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Post a Comment

loading...
 
Top