Benih

“Cintaku padamu, Adinda,” kata Rama, “adalah laut
yang pernah bertahun memisahkan kita, adalah
langit yang senantiasa memayungi kita, adalah
kawanan kera yang di gua Kiskenda. Tetapi...,”
Sita yang hamil itu tetap diam sejak semula, “… kau
telah tinggal dalam sangkar raja angkara itu
bertahun lamanya, kau telah tidur di ranjangnya,
kau bukan lagi rahasia baginya.”

Sita yang hamil itu tetap diam: pesona. “Tetapi,
si Raksasa itu ayahandamu sendiri, benih yang
menjadikanmu, apakah ia juga yang
membenihimu, apakah ...” Sita yang hamil itu
tetap diam, mencoba menafsirkan kehendak para
dewa.

"Puisi Sapardi Djoko Damono"
Puisi: Benih
Karya: Sapardi Djoko Damono

Post a Comment

loading...
 
Top