Tanah Dada
(Kepada Penyair Almarhum)

Di dunia di dalam dunia, semua terus saja mengalir. Walau 
gunungku habis hanya sia-sia, semua terus saja mengalir. W
alau pohonku habis hanya sia-sia, semua terus saja me
ngalir. Walau matahariku habis hanya sia-sia, semua terus 
saja mengalir.

Tangan yang telah menjadikan aku dalam kerja, telah men
jadi dadamu. Aku bangun di atas mimpi ingin jadi manusia, 
keperihan menanamku tanpa batas. Tanah dada tanah peng
habisan diri yang hanya menulis saat kebebasan semua.

Aku mengorang-orang. menzikir kebesaran manusia dalam 
dada yang goyang. Sehabis jari, tak habis hitungan menjum
lahku walau tanganku habis menulismu sia-sia, semua terus 
saja mengalir, semua terus saja mengalir.

1983
"Afrizal Malna"
Puisi: Tanah Dada
Karya: Afrizal Malna

Post a Comment

loading...
 
Top