Mei 2013
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Elegi Untuk Chaa Ghazali

Negeriku dan negerimu, sahabatku
Kini hilang sapa hilang rasa
Tinggal hujat mengada, setiap senja
Ketika aku tutup mata
Kubayangkan Malaka mendebur iba

Negeriku dan negerimu, sahabatku
Bukan kita!

Karena aku dan kau; pernah semimpi
Tertawa sebagai hamba, lepas kata nagari
Harusnya memang begitu
-; karena hujat tak lantas relakan sahabat.

Lihat! Tumpukan amarah beribu benci
Menggunung gundah, bisa kupahami
Kita miliki hati genggam makna tinggi
-; lepas dendam, itulah sahabat sejati

Negeriku dan negerimu, sahabatku
Bukan kita!

Jakarta
22/08/2010
"Cucuk Espe"
Puisi: Elegi Untuk Chaa Ghazali
Karya: Cucuk Espe

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Catatan Senja
(Di negeri kota: Singapura)

Senja rebah di atap tampenis plaza
langit mengatup, mendekap negeri kota
dalam remang cahaya. Gerimis jatuh
dan kau tiba-tiba berkata,

- bergegaslah, hai, pengembara.
Saat pemberangkatan segera tiba, ke negeri jauh
tempat sejarah melintas dan bermula.

Dalam tergesa, aku jadi lupa
memungut dua helai rambutmu
yang tersisa di lipatan jendela plaza
(dengan mulut bau pizza, tadi sempat
kukecup keningmu di balik temboknya)

Tak kuduga, harum parfummu terbawa juga
melintas benua, ke pelataran ayasophia
tapi, siapa aku mesti memanggilmu nanti
ketika langkahku sampai ke negerimu lagi
Mei Hwa, Clara, atau Aisah saja?

Dalam dirimu, Tionghoa, Melayu, dan Eropa
menyatu jadi bangsa yang begitu
menghargai makna kerja.

Singapura
1997/1999
"Ahmadun Yosi Herfanda"
Puisi: Catatan Senja
Karya: Ahmadun Yosi Herfanda
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Alternative Rock

Antara burangrang-wayang,
ketika melintas pindah ke puncak berikut:
berpapasan dengan Harry Moekti “Assalamu'alaikum!”
Teriaknya lantang mengangkat tangan
dalam salam metal dua jari, lalu bersiputar
menyerukan gairah mengguncang kelengangan.
Hanya satu kata,” teriaknya dengan gairah.

: Cinta? Harry Moekti sigap menggeleng
“Yeeeahhh Allah you know: Allah!” katanya.
Silintas di padang eidelweis.



Catatan:
Hanya satu kata = Judul Hit Harry Moekti (adegan).
"Puisi Beni Setia"
Puisi: Alternative Rock
Karya: Beni Setia
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Hemingway

Sebuah kisah adalah rumah
yang bersih dan lampunya terang
tempat gundah berpesta
dalam tandukan nasib
yang menghujami lambung
pengarang yang murung.

Sebuah kisah adalah lautan
tempat seekor ikan agung
mengantarkan lelaki tua
ke pantai kejayaan
yang tinggal kerangka.

Sebuah kisah adalah lambai
perpisahan bagi senjata
yang lunglai didera airmata.
Tapi perang bagai matahari
senantiasa terbit kembali
melintas sungai menembus hutan
jiwa-jiwa yang rawan.

Aduhai, gerangan pada siapa
sebuah kisah berdentang
lebih panjang dari bahagia?
Di sore usia, di geraian beruban
rambut petualangan, di pekat hasrat,

di degup pesta segamang cinta,
sang pendongeng menjelma banteng
luka, mendekap maut memilih tamat
agar kisah yang ditanduknya ke udara
menjadi abadi, bagai salju
di pegunungan yang jauh
tempat bahagia, keluh, dan pilu
mekar tak terengkuh.


"Agus R. Sarjono"
Puisi: Hemingway
Karya: Agus R. Sarjono
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Sartre

Neraka keberadaan tak lain
adalah orang lain, ucapmu
dalam sebuah pintu tertutup
pada sebuah drama canggung
dari sebuah zaman yang murung.

Di tanah airku, ada dan ketiadaan
karcis menjadi tema utama
setiap hari raya. Stasiun dan terminal
tersengal oleh antrian: panjang
dan rapat seperti kalimat filsafat.
Kerumunan yang berdebar
tak sabar ingin memudikkan jiwa
dan badan ke surga kebersamaan
kerabat dan keluarga
karena neraka tak lain
adalah tanpa orang lain.


"Agus R. Sarjono"
Puisi: Sartre
Karya: Agus R. Sarjono