Bulan Sesabit Alismu

Bulan sesabit alismu, Nun
Redupkan sesisa mega yang berserak disisakan senja
Ada tebing dan bebukit yang musti kudaki,
Tinggi dan sunyi adalah sebatas bayangan
Samar dalam ingatan tentangmu,
Di balik bukit itulah, Nun
Sepi dan semilir angin saling cumbu
Dalam dekap gigil pohonan, yang menasbihkan riwayat malam,
Dengan sepotong doa yang kupesan dari gugur daun.

Jalanan lenggang dan kerontang, tersebab angin kemarau
Meniup lirih ranting-ranting kerinduan, dan berserakan dalam angan.
Ada dunia yang kucipta dari dahaga jiwa,
Wajahmu tersketsa di sana
Sementara, riang jangkrik mengajakku untuk selalu nikmati
Setiap jengkal metafora langit yang paling puisi
; bulan sesabit alismu.

Pondok pena, 2012
"Dimas Indiana Senja"
Puisi: Bulan Sesabit Alismu
Karya: Dimas Indiana Senja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top