loading...

Jadzab

Kembalilah pada bait-bait puisiku
sebelum kata menjadi bisu.

Sampai aku mabuk
meneguk bercawan-cawan kegelisahan
dari gila paling puncak
bersama sakau para sufi
hilang arah pergi dan kembali.

Di antara daun-daun bergugur
kucucup embun yang bergurat di pelepah Sidrah,
meruang di kalbu. Di tepinya,
sukma berkhalwat menunggu wahyu
uzlah dari segala gelisah
mendaki tangga-tangga karomah
dan jejak para petapa.

Hingga antara kaf dan nun
air sungai mengalir dari lubang mim - bismillah
meruap ke sawah-sawah dan lereng bebukit amarah
lalu kucipta badai dari air mata yang berurai.

Kemudian bumi bergetar
gempa melanda, perang tak usai-usai.

Dan bocah-bocah berkalung bom
meratap hingga jadzab!
Terguncanglah dunia...

Blumbungan, 2006

Jadzab: sebutan bagi wali majdzub, yaitu wali yang menjalani "gila" sebagai proses kewaliannya.
"Puisi Raedu Basha"
PuisiJadzab
Karya: Raedu Basha

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top