September 2013
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Menolak Patuh

Walau penguasa menyatakan keadaan darurat
dan memberlakukan jam malam
kegembiraanku tak akan berubah
seperti kupu-kupu
sayapnya tetap akan indah
meski air kali keruh

Pertarungan para jenderal
tak ada sangkut pautnya
dengan kebahagiaanku
seperti cuaca yang kacau
hujan angin kencang serta terik panas
tidak akan mempersempit atau memperluas langit

Lapar tetap lapar
tentara di jalan-jalan raya
pidato kenegaraan atau siaran pemerintah
tentang kenaikan pendapatan rakyat
tidak akan mengubah lapar

Dan terbitnya kata-kata dalam diriku
tak bisa dicegah
bagaimana kau akan membungkamku?

Penjara sekalipun
tak bakal mampu
mendidikku menjadi patuh.
17 Januari 1997
"Puisi: Menolak Patuh (Karya Wiji Thukul)"
Puisi: Menolak Patuh
Karya: Wiji Thukul
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Jakarta Simpang Siur
Jakarta simpang siur
ormas-ormas tiarap
tiap dengar berita
pasti ada aktivis ditangkap

telepon-telepon disadap
koran-koran disumbat
rakyat was-was dan pengap
diam-diam orang cari informasi

dari radio luar negeri
jangan percaya

pada berita mass media cetak
dan elektronika asing!
Penguasa berteriak-teriak setiap hari
Nasionalismenya mirip Nazi.
 
 
"Puisi: Jakarta Simpang Siur"
Puisi: Jakarta Simpang Siur
Karya: Wiji Thukul