loading...
Terpisah


Racun lagu duka merambat di kelengangan malam kota.
Lampu jalanan dipingsankan hujan.
Berbaringan rumah-rumah wajahmu di temboknya.
Kesepian seperti sepatu besi.
Menekur semua menekur dikhianati bulan.

Engkau bulan lelap tidur di hatiku.
Oleh sepi diriku dirampas jalan raya.
Semua didindingi kelam dan kedinginan.
Maut atau ribamu di ujung jalan itu.
Dipenangi air adalah racun duka adalah wajahmu. 

 
 
"Puisi: Terpisah"
Puisi: Terpisah
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top