loading...
Ballada Anita


Ketakutan berbentuk lembut bercokol di dadanya
bicara dalam kenekatan memacu lepas-lepas butir darah-butir darah,
meratai bunga-bunga, membungai tiap usia
sebelum dikejuti pintu menutup baginya.

Anita.
Memacu kuda garang, merasuk hidup jalang
ditolaknya setiap perhentian.

Anita.
Dikutukinya cinta sarang cemburu, degil dan duka
berpacu juga ia yang terlanda rebah di kakinya.

Sampai tiba-tiba terpaling kepalanya
satu binar caya mengubah warna iklim
lelaki berotot mengurungnya pada cinta
yang dengan angkuh memandang ke darahnya berpacuan.

Anita.
Lelaki itu memperkosanya di ladang
hujan gerimis menambah ribut dada dan alang-alang,
lalu meninggalkannya dengan dingin mata
menenggelamkan diri bagi bahasa cinta.

Anita.
Derai gerimis menampar muka
kutuk membalik mendera dirinya
dadanya yang subur terguncang-guncang oleh damba.

Anita.
Dijatuhkannya dirinya dari menara.

 
 
"Puisi: Ballada Anita (Karya W.S. Rendra)"
Puisi: Ballada Anita
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top