Bisnis

header ads

Puisi: Episode Sebuah Serial Pop (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Episode Sebuah Serial Pop

Aku bahasakan cinta dengan susu terbuka
gaun terlalu pendek - dan robek bagian muka
dan pandangan memanggil yang memabukkan
menyergap kekosongan otakmu yang seharian
dijejali berita koran: tentang rahasia umum
segala kebohongan manusia...
lalu sebelum ada yang dipotong, terlebih dulu
kau mentertawakan dirimu sendiri
yang kotor oleh pikiran buruk.

di sini, kau dengan musik aneh
yang memangkas adegan demi adegan
dengan jari-jari halus menggurat nuranimu
: ketika dari ruang entah mana
anakmu merengek sebab film kartun kesayangannya
ditunda siaran sentral. lalu tiba-tiba setelah usai,
melihat ibunya yang telanjang
dikerumuni semut-semut dan rayap
yang kaupelihara di ruang otakmu.

tetapi nikmatilah. sebagaimana kita
bercinta di kamar rahasia.
tak ada lubang dinding untuk bisa diintip.
segalanya bebas dan lepas. tidak hirau oleh derak
sepatu dekat pintu, atau obrolan tetangga tentang
gosip politik.

tapi hidup tidaklah serumit gosip politik.
tak lebih dari sekadar keluarga berantakan
dengan rumah mewah, hidup serba kecukupan,
dan konflik yang tidak beranjak dari ukuran pasar.
tarif iklan, dan rating yang bagus.
selebihnya wajah cantik dan susu terbuka.

Nikmatilah sebagaimana kita duduk
di ruang prasmanan sebuah pesta.
Tidak hirau oleh derak panggung dan gaduh
musik. Tidak juga hirau pada hasil penelitian
tentang kemiskinan yang menyedihkan.

toh hidup tidaklah serumit kemiskinan.
melainkan segala omong kosong
yang berubah menjadi legenda.

engkau mencari tempat
di antara ruang yang terbuka,
ketika rahasia
tak lagi sesuatu yang berharga untuk dijaga.
engkau berdiri: lalu menjadi sadar
untuk menangis pun
ternyata sesuatu yang harus dilakukan
untuk menjadi semua terhibur.

Februari, 1998
"Puisi: Episode Sebuah Serial Pop (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Episode Sebuah Serial Pop
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Posting Komentar

0 Komentar