loading...

Guru yang Selamat dari Perang
Kamu sendiri tidak tau bentuk dahimu guru, dahi yang
pernah kau tawarkan pada kami yang
kemarin dipermainkan
angin seperti bau jari-jari tangan kami yang berubah-ubah
walaupun sebenarnya kami pernah tau
tentang tubuhmu
yang kurus kecil itu tapi apakah kamu masih ingat saat
kami memungut harapanmu pagi itu harapan yang kamu
propaganda-kan melalui perang tentang bagaimana cara
mencintai kami setelah bertahun-tahun guru kami terdahulu
dengan terang-terangan mengencingi alis mata kami alis mata
yang di dalamnya menyimpan bunga kangkung genjer dan
kembang bayam yang cantik namun menurut mereka tidak
pantas untuk ditaruh di jambangan.
Ah sungguh menyakitkan kamu sendiri tidak tau bentuk punggung
telingamu guru tapi sebagai murid yang ingin belajar cara
membersihkan sisa makanan di sela-sela rambut ini
kami akan sabar menunggumu sampai kau bisa memotong
kumismu agar kami tau apakah engkau juga meminum kopi
yang sama seperti kami cepatlah bergegas guru kami sudah
tidak sabar melihat kau bermain cengkeling dengan kuju dari
sepatu para menteri dan sepatu para
legislatif yang bau itu
agar kami tau bagaimana mereka membuat arsiran di petak-petak
politik yang mereka bicarakan saat orang-orang
membungkus harapan.

2014
"Puisi: Guru yang Selamat dari Perang (Karya Acep Syahril)"
Puisi: Guru yang Selamat dari Perang
Karya: Acep Syahril

Post a Comment

loading...
 
Top