Kematian Suami

Ia tewas setiap aku sadar dari mimpi
jika mampu tak ingin kudengar sembarang lagu
kerna hatiku terlalu suci untuk sekedar lelaki
sedang langit mudah luka oleh sembilu.

Ia tewas, sayang!
Dan dengarlah, aku bernyanyi.

Aku selalu ingin berjalan diam-diam
mengarungi bayanganku sendiri
menuju laut jauh dan kelam
atau cuma ke ujung kuku jari.

Ia tewas!
Dan aku tak ingin berduka.

Jakarta, 2012
"Puisi: Kematian Suami (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Kematian Suami
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Post a Comment

loading...
 
Top